oleh

Pemkab Blora Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Kudus- Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, memastikan bahwa sekolah dari tingkat SD dan SMP di daerah setempat siap menggelar pembelajaran tatap muka karena sebelumnya sudah ada puluhan sekolah yang menjadi percontohan PTM.

“Kami sudah dua kali menggelar sekolah percontohan pembelajaran tatap muka secara bertahap, yakni pada September dan November 2020,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Hendi Purnomo dihubungi dari Kudus, Rabu.

Pada tahap pertama, yakni September 2020 tercatat ada delapan sekolah, sedangkan November 2020 meningkat menjadi 30 sekolah, baik SD maupun SMP.

Hal itu dalam rangka persiapan pembelajaran tatap muka pada Desember 2020, namun bertepatan dengan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro, akhirnya ditunda pelaksanaannya.

Baca Juga  Puasa, Langkah Awal Memulihkan Perekonomian

Karena kasus COVID-19 juga semakin menurun, Pemkab Blora mendorong lagi pembelajaran tatap muka dengan berbagai pertimbangan.

“Kami tentunya akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan bahwa sekolah memang sudah siap. Nantinya juga dilakukan bertahap,” ujarnya.

Pemkab Blora tengah menyusun draf surat izin pembelajaran tatap muka ke Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, menyusul kesiapan daerah setempat melaksanakan protokol kesehatan. Harapannya, pekan ini surat sudah bisa diajukan ke bupati untuk ditandatangani sehingga bisa disampaikan secepatnya ke gubernur.

Bupati Blora Arief Rohman mengungkapkan keputusan menggelar pembelajaran tatap muka diambil setelah rapat koordinasi persiapan penyelenggaraan belajar mengajar secara tatap muka dengan berbagai pihak terkait pada Senin (15/3).

Baca Juga  Gelar Rakernas 2021 Dibuka Presiden Jokowi, HIPMI Komitmen Dorong Anggota Terlibat Aktif Inovasi & Teknologi

Hadir pada rapat tersebut, yakni wakil bupati, sekda, kepala Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan Kabupaten Blora, MKKS, kepala Kemenag, pelaksana tugas kepala Dinas Kesehatan, dan perwakilan seluruh kepala SD, SMP, SMA, hingga SMK.

Setelah mendengarkan seluruh masukan dari pemangku kepentingan, mulai dari Dinas Pendidikan, perwakilan kepala sekolah, guru, hingga Dinas Kesehatan, akhirnya disepakati memulai pertemuan pembelajaran tatap muka secara bertahap.

“Tentu saja akan mengirimkan surat izin terlebih dahulu kepada Pak Gubernur. Suratnya nanti saya tanda tangani dan diketahui perwakilan pemangku kepentingan terkait bahwa ini merupakan hasil kesepakatan bersama. Mulainya tanggal berapa, nanti nunggu balasan dari gubernur,” ujarnya.

Baca Juga  Surat Vaksin Belum Jadi Syarat Cairkan Bansos di Kabupaten Rembang

Temuan kasus COVID-19 di Kabupaten Blora juga mengalami tren penurunan dan sudah tidak masuk zona merah penularan COVID-19, sedangkan pembelajaran tatap mukanya nanti juga tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

Para siswa tercatat sudah satu tahun belajar di rumah secara daring dan dinilai tidak efektif karena banyak kendala. Khususnya di wilayah pedesaan, desa hutan, yang berdasarkan laporan Dinas Pendidikan Blora banyak yang kesulitan sinyal internet, sedangkan orang tua juga angkat tangan mengatasi permasalahan tersebut. (*/cr8)

sumber : jateng.antaranews.com

News Feed